Pengantar Bisnis Informatika #

Website Perusahaan Tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Yang Mendukung Perekonomian Nasional Dalam Hal E-Government dan E-Learning

 

 

investor-relations

(Sumber : https://grapadikonsultan.co.id/pentingnya-laporan-keuangan-dalam-menilai-kelayakan-usaha/)

 

Perkembangan teknologi khususnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang pesat memengaruhi pertumbuhan perekonomian nasional. Dalam bidang jasa TIK, kontribusi TIK cukup besar dalam mendukung pertumbuhan perekonomian nasional. Apalagi seperti yang kita ketahui, ekonomi sekarang sudah memasuki era ekonomi digital yang membutuhkan TIK hampir dalam segala hal. Tidak hanya dalam jasa TIK, namun TIK juga mendukung bidang – bidang lainnya dalam mendorong perekonomian nasional.[1] Berikut bidang – bidang tentang TIK yang mendukung perekonomian nasional :

  • E-Government (Pemerintah – Administrasi Publik)
  • E-Bussiness (Bisnis)
  • E-Learning (Pembelajaran/Diklat)
  • E-Health (Kesehatan)
  • E-Employment (Tenaga Kerja)
  • E-Environment (Lingkungan Hidup)
  • E-Agriculture (Pertanian)
  • E-Science (Ilmu Pengetahuan)

Dari bidang – bidang di atas, saya akan membahas tentang Website Perusahaan TIK yang bergerak di dua bidang sekaligus, yaitu di bidang Pemerintahan (e-Government) dan bidang Pembelajaran (e-Learning). Sebelum masuk ke analisa dari website yang akan saya bahas, saya akan memberikan penjelasan tentang e-Government dan e-Learning terlebih dahulu.

 

E-Government

E-Government merupakan pemanfaatan teknologi informasi yang dilakukan pemerintah dalam memberikan pilihan pada masyarakat untuk mengakses informasi secara mudah guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, maupun partisipasi masyarakat sehingga dapat menjadi sarana check and balances kebijakan dan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah.[2]

Tujuan   pengembangan e-Government di   Indonesia   menurut   Inpres   No.3 Tahun 2003 adalah :

  1. Pembentukan jaringan informasi dan transaksi pelayanan publik yang memiliki kualitas   dan   lingkup   yang dapat   memuaskan   masyarakat   luas   serta   dapat terjangkau di seluruh wilayah Indonesia pada setiap saat, tanpa dibatasi oleh sekat waktu dan dengan biaya yang terjangkau.
  2. Pembentukan hubungan interaktif dengan dunia usaha untuk meningkatkan perkembangan     perekonomian     nasional     dan     memperkuat     kemampuan menghadapi perubahan dan persaingan perdagangan internasional.
  3. Pembentukan mekanisme dan saluran komunikasi dengan lembaga – lembaga negara serta penyediaan fasilitas dialog publik bagi masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam perumusan kebijakan negara.
  4. Pembentukan sistem manajemen dan proses kerja yang transparan dan efisien serta   memperlancar  transaksi dan   layanan   antar   lembaga   pemerintah   dan pemerintah daerah otonom.

Secara umum terdapat 4 (empat) konsep interaksi antar pelaku dalam e-Government, yaitu :

1. G to C (Government to Citizens)

Government dengan Citizen yaitu suatu hubungan antara pemerintah dengan rakyat sehingga adanya akses informasi yang dapat dimanfaatkan atau diperoleh masyarakat untuk kepentingannya. Contoh aplikasi jenis ini : masyarakat bisa mengakses data atau informasi dari BPJS, masyarakat dapat mendaftar ke PTN melalui internet, masyarakat dapat mengetahui pengumuman hasil ujian melalui SMS dari ponsel masing – masing, dan lain – lain.

2. G to G (Government to Governments)

Menghubungkan   antara   pemerintah   dengan   pemerintah.   Yang dimaksud pemerintah dengan pemerintah adalah antara Pemerintah pusat dalam suatu negara dengan Pemerintah daerah. Contoh : Pelaporan, komunikasi antara pemerintah   pusat   di Jakarta   dengan   pemerintah   daerah   di Surabaya menggunakan fasilitas online (internet).

3. G to B (Government to Business)

Government to business yaitu relasi antara pemerintah dengan pelaku baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Terdiri dari transaksi – transaksi elektronik dimana pemerintah menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan bagi kalangan bisnis untuk bertransaksi dengan pemerintah. Contoh relasi jenis ini adalah pebisnis dapat mengakses informasi, prosedur perizinan dari regulasi yang ditetapkan pemerintah. Dengan kemudahan prosedur maka akan banyak investor yang menginvestasikan modalnya di Indonesia.

4. G to E (Government to Employees)

Hubungan antara pemerintah dengan pegawai baik pegawai negeri maupun sebagai karyawan atau pekerja pemerintah. Bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan para pegawai negeri atau karyawan pemerintahan. Contoh : Sistem pengembangan karir pegawai pemerintah, untuk meyakinkan adanya   perbaikan   kualitas   SDM,   penunjang   proses   mutasi,   rotasi   serta promosi seluruh karyawan pemerintahan.[3]

Keempat konsep interaksi e-Government memiliki tujuan masing – masing. Namun, secara umum tujuan dari keempatnya sama yaitu untuk menyediakan akses informasi, dan pelayanan secara efisien pada pihak lain baik antar pemerintah daerah, dengan masyarakat, dengan karyawan pemerintah daerah maupun dengan pelaku bisnis.

 

Keuntungan e-Goverment bagi rakyat :

  • Pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor. Informasi dapat dicari dimana saja dan kapan saja, tanpa harus secara langsung datang ke kantor pemerintahan.
  • Peningkatan hubungan antara pemeritah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Dengan adanya keterbukaan (transparansi), maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak.
  • Pemberdayaan msyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data – data tentang sekolah; jumlah kelas, daya tampung murid, nilai, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan dimanfaatkan oleh orang tua untuk memilih sekolah yang sesuai untuk anaknya.
  • Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Sebagai contoh, koordinasi     pemerintahan dapat dilakukan melalui e-mail, sms, dan sebagainya.
  • Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dikembangkan dalam pemerintahan atau yang disebut e-Government membuat masyarakat semakin mudah dalam mengakses kebijakan pemerintah sehingga program yang direncanakan pemerintah dapat berjalan dengan lancar.
  • E-Government juga dapat mendukung pengelolaan pemerintahan yang lebih efisien, dan bisa meningkatkan komunikasi antara pemerintah dengan sektor usaha dan industri.
  • Masyarakat dapat memberi masukan mengenai kebijakan – kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, sehingga dapat memperbaiki kinerja pemerintah. Selain tampilan dan paduan warna yang menarik, informasi – infromasi yang disajikan sangat lengkap dan terkini.
  • Terdapatnya informasi transportasi, informasi valuta asing, serta informasi tentang tinggi muka air.
  • Bidan TIK ini mencakup banyak aspek seperti hukum, agama, sosial dan budaya, bisnis dan kawasan bisnisnya, pendidikan, dan sebagainya.
  • Semua terbuka untuk pemerintah dan masyarakat.

Kerugian E-Goverment bagi rakyat :

  • Semakin bebasnya masyarakat mengakses situs pemerintah akan membuka peluang terjadinya kejahatan internet (cyber crime) yang dapat merusak sistem TIK pada e-Government. Misalnya kasus pembobolan situs KPU ketika penyelenggaraan Pemilu oleh seorang cracker.
  • Kurangnya interaksi atau komunikasi antara admin (pemerintah) dengan masyarakat, karena e-Government dibuat untuk saling berinteraksi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak lain yang berkepentingan.
  • Kelemahan utama tentang e-Government adalah kurangnya kesetaraan dalam akses publik untuk penggunaannya, internet informasi di web, dan agenda tersembunyi dari kelompok pemerintah yang dapat memengaruhi dan menggiring opini publik.
  • Pelayanan yang diberikan situs pemerintah belum didukung oleh sistem manajemen dan proses kerja yang efektif karena kesiapan peraturan, prosedur dan keterbataasan SDM sangat membatasi masuknya komputerisasi ke dalam sistem pemerintahan.
  • Belum matangnya strategi serta tidak memadainya anggaran yang dialokasikan untuk pengembanngan e-Government lebih lanjut.
  • Inisiatif merupakan upaya instansi secara mandiri, dengan demikian sejumlah faktor seperti standardisasi, keamanan informasi, otentikasi, dan berbagai alokasi dasar yang memungkinkan interoperabilitas antar situs secara andal, aman, dan terpercaya kurang mendapat perhatian.
  • Kesenjangan kemampuan masyarakat untuk mengakses jaringan internet.

E-Learning

E-Learning adalah pembelajaran interaktif yang berkomunikasi melalui instrumen yang berbeda menggunakan Internet. E-Learning memungkinkan peserta didik untuk belajar dengan melakukan, dengan terlibat, dengan menerima langsung umpan balik, dan dengan memungkinkan mereka untuk memantau perkembangan mereka melalui hasil kuis, tes, dan kegiatan yang telah mereka lakukan. E-Learning juga merangsang peserta didik menggunakan indera, dengan menarik indera pendengaran, visual, apapun yang berkenaan dengan indera mereka.[4]

Tujuan e-Learning adalah untuk meningkatkan daya serap dari para mahasiswa atas materi yang diajarkan, meningkatkan partisipasi aktif dari para mahasiswa, meningkatkan kemampuan belajar mandiri, dan meningkatkan kualitas materi pembelajaran. Diharapkan dapat merangsang pertumbuhan inovasi baru para mahasiswa sesuai dengan bidangnya masing – masing.

 

Karakteristik E-Learning

  • Memanfaatkan jasa teknologi informasi dan komunikasi berupa internet sehingga penyampaian pesan dan komunikasi guru dan siswa secara mudah dan cepat.
  • Memanfaatkan media komputer seperti jaringan komputer.
  • Menggunakan pendekatan pembelajaran mandiri.
  • Dengan menggunakan e-Learning, siswa dituntut untuk melepaskan ketergantungannya terhadap pengajar karena pembelajaran tidak dilakukan secara langsung.
  • Materi pembelajaran dapat disimpan di komputer.
  • Memanfaatkan komputer untuk proses pembelajaran dan juga mengetahui hasil kemajuan belajar, administrasi pendidikan, serta untuk mengetahui informasi yang banyak dari berbagai sumber informasi.
  • Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan ha – hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.

Keuntungan dari penggunaan e-Learning yaitu:

  • Merupakan media komunikasi yang efektif, cepat dan kredibel untuk menyampaikan materi e-Learning dari seorang pakarnya.
  • Mencakup area yang luas.
  • Peserta memperoleh visualisasi lengkap pembicaraannya.
  • Kelas tidak membutuhkan bentuk fisik lagi, semuanya dapat dibangun dalam aplikasi Internet.
  • Belajar bisa kapan saja dan dimana saja : Dapat diakses dari lokasi mana saja dan bersifat global.
  • Membangun Komunitas : Pembelajaran adalah proses sosial.
  • Peningkatan pembelajaran siswa.

Kekurangan dari sistem pembelajaran E-Learning adalah sebagai berikut :

  • Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial.
  • Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
  • Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.
  • Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung akan tertinggal dan gagal.
  • Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet.
  • Kurangnya penguasaan komputer.
  • Kurangnya interaksi antara guru dan siswa bahkan antar-siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya nilai dalam proses belajar-mengajar.

Saya mengambil contoh dari website Kementrian Pendidikan dan Budaya atau dapat dikunjungi langsung pada halaman websitenya di https://kemdikbud.go.id/. Pada website Kemendikbud memiliki dua portal yang kurang lebih memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda, yaitu portal utama dan portal beranda.

Tampilan Website Kementrian Pendidikan dan Budaya

Tampilan Utama

1

(Sumber : https://kemdikbud.go.id/)

            Tampilan beranda dari website Kemendikbud cukup interaktif, namun sedikit monoton seperti website e-Government pada umumnya dan penataan menu dan fitur – fitur yang kurang tepat dan agak terlalu padat. Seperti yang kita ketahui website Kemendikbud yang ditujukan untuk masyarakat kalangan siswa, guru, dan orang tua, namun karena padatnya penataan informasi di dalam website ini, bisa saja membuat masyarakat bingung. Tetapi informasi yang diberikan memang sangat lengkap dan jelas. Pada beranda sendiri terdapat menu Tentang Kami, Jendela, Siswa, Guru, Orang Tua, Sekolah, Budaya & Bahasa, Masyarakat & Mitra, dan Pemerintahan Daerah. Lalu pada beranda juga terdapat Informasi Publik, Berita, Government Public Relations (GPR), dan lainnya. Terdapat juga fitur Cari yang lebih memudahkan pengguna dalam mencari informasi yang berhubungan denga Kemendikbud.

 

Tampilan Visi dan Misi

2(Sumber : https://kemdikbud.go.id/)

Seperti yang dapat dilihat pada gambar di atas, Kemendikbud memiliki visi dan misi, serta tujuan strategis yang jelas yang pada intinya untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Namun pada bagian ini terdapat fitur yang mengandung ambiguitas, dimana bagian Visi dan Misi jika kita lihat terdapat di Beranda pada e-PPID, namun jika kita melihat pada e-PPID tidak terdapat bagian Visi dan Misi Kemendikbud.

 

Tampilan Tujuan dan Fungsi

3(Sumber : https://kemdikbud.go.id/)

Masyarakat dapat melihat dengan jelas dan lengkap Tujuan dan Fungsi Kemendikbud seperti yang dapat dilihat pada gambar di atas.

 

Tampilan Menu  Tentang Kami

4(Sumber : https://kemdikbud.go.id/)

Pada menu ini terdapat beberapa pilihan menu di antaranya Sejarah Kemendikbud yang menjelaskan tentang sejarah terbentuknya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Nilai Budaya Kerja Kemendikbud menjelaskan tentang Tata Nilai Budaya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Logo Kemendikbud yang menjelaskan tentang arti dan makna dari Logo Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Unit Utama (Eselon 1) yang memiliki beberapa pilihan menu lagi yang menuju ke informasi yang berhubungan dengan Kemendikbud, Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang menampilkan Daftar Unit Pelaksana Teknis (UPT), Layanan Pengaduan yang menampilkan Layanan Informasi dan Pengaduan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Whistle Blowing System yang merupakan salah satu produk dari Kemendikbud dimana pada produk ini masyarakat bisa memberikan pengaduan, keluhan, dan laporan dari kinerja pegawai Kemendikbud yang tidak benar, dan terakhir pilihan Hubungi Kami yang berisi kontak, sosial media, dan lokasi dari Kemendikbud. Menu Tentang Kami terbilang cukup jelas dan lengkap, namun terlihat terlalu padat.

 

Tampilan Beranda (Home) dan Menu e-PPID

5(Sumber : https://kemdikbud.go.id/)

Gambar di atas merupakan tampilan beranda yang terdapat beberapa menu yang tidak jauh beda dari tampilan awal, yaitu menu ePPID, Siswa, Guru, Orang Tua, Sekolah, Budaya dan Bahasa, Masyarakat dan Mitra, Pemerintah Daerah, dan Jendela. Pada menu ePPID terdapat beberapa pilihan menu yang sebenarnya bisa dijadikan satu dan membuat website menjadi lebih ringkas dan padat.

 

Tampilan Menu Siswa

6(Sumber : https://kemdikbud.go.id/)

Gambar di atas merupakan tampilan dari menu Siswa, yang menurut saya merupakan bagian terpenting dari website Kemendikbud. Karena visi, misi, tujuan, dan fungsi Kemendikbud semua terfokus untuk siswa-siswi di Indonesia dan pada menu ini sudah memberikan informasi yang cukup dan jelas melalui pilihan – pilihan menu yang tersedia di dalamnya. Pada menu Siswa terdapat informasi berupa Beasiswa Unggulan, Darmasiswa, Glosarium Bahasa Indonesia, Kamu Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Layanan Informasi, Pengaduan dan Saran, Nomor Induk Siswa Nasional, Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Perizinan dan Penyetaraan Ijazah, Perpustakaan, Program Indonesia Pintar, Radio Suara Edukasi, Rumah Belajar, Televisi Edukasi, dan Ujian Nasional.

 

Tampilan Menu Guru

7(Sumber : https://kemdikbud.go.id/)

Pada menu Guru terdapat informasi berupa NUPTK, Data Pokok Pendidikan Dasar, Layanan Informasi, Pengaduan dan Saran, Radio Suara Edukasi, Ruang Guru PAUD, Rumah Belajar, dan Televisi Edukasi.

 

Tampilan Menu Sekolah

8(Sumber : https://kemdikbud.go.id/)

Pada menu Sekolah juga terdapat beberapa informasi penting yang berhubungan untuk meningkatkan mutu sekolah – sekolah di Indonesia. Seperti pada gambar di atas.

 

Tampilan Menu Budaya dan Bahasa

9(Sumber : https://kemdikbud.go.id/)

Pada menu Budaya dan Bahasa juga terdapat beberapa informasi penting yang berhubungan untuk melesterarikan Budaya dan Bahasa Indonesia kepada siswa-siswi. Seperti pada gambar di atas.

 

Tampilan Masyarakat dan Mitra

10(Sumber : https://kemdikbud.go.id/)

Pada menu Masyarakat dan Mitra juga terdapat beberapa informasi penting yang berhubungan dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Seperti pada gambar di atas.

 

Tampilan Menu Pemerintah Daerah

11(Sumber : https://kemdikbud.go.id/)

Pada menu Pemerintah Daerah juga terdapat beberapa informasi penting yang berhubungan dengan pendidikan di daerah – daerah Indonesia. Seperti pada gambar di atas.

 

Tampilan Menu Jendela

12(Sumber : https://kemdikbud.go.id/)

Pada menu Jendela terdapat informasi berupa Jendela Pendidikan dan Kebudayaan, Layanan Informasi, Majalah Jendela, Neraca Pendidikan Daerah, Sekolah kita, dan Statistik Pendidikan.

 

Tampilan Portal Rumah Belajar

13(Sumber : https://kemdikbud.go.id/)

Satu produk e-Learning dari website Kemendikbud yang ingin saya bahas, karena banyak siswa-siswi di Indonesia yang tidak tahu keberadaan produk yang sangat bermanfaat ini, yaitu Portal Rumah Belajar. Banyak dari orang tua yang bingung harus mendaftarkan anaknya ke tempat kursus, les, atau bimbel. Padahal pemerintah kita menyediakan suatu portal untuk siswa-siswi belajar. Portal Rumah Belajar merupakan portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi yang mendukung interaksi antar komunitas. Rumah Belajar hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat. Dengan menggunakan Rumah Belajar, kita dapat belajar di mana saja, kapan saja dengan siapa saja. Seluruh konten yang ada di Rumah Belajar dapat diakses dan dimanfaatkan secara gratis.[5] Rumah Belajar juga memberikan fitur – fitur yang sangat dibutuhkan siswa saat ini, seperti Sumber belajar, Kelas Digital, Bank Soal, dan Laboratorium Maya. Portal Rumah Belajar dapat dikunjungi langsung pada halaman websitenya di https://belajar.kemdikbud.go.id/

Kekurangan dan Kelebihan KEMENDIKBUD

Kekurangan :

  • Terlalu padat sehingga sedikit menyulitkan untuk pengguna terutama orang tua.
  • Tampilan situsnya kurang menarik perhatian para pengguna, kecuali pada produk Rumah Belajar.
  • Terdapat menu dan fitur yang ambiguitas.

Kelebihan:

  • Sudah banyak kolom dan menu yang mengelompokkan berita maupun layanan yang memudahkan para pengguna.
  • Dengan fasilitas Cari memudahkan pengguna untuk mencari informasi yang berhubungan dengan Kemdikbud.
  • Informasi dan berita yang ditampilkan untuk pengguna merupakan yang baru dan terkini.

Referensi         :

[1] Haryanto, Edy. (2008). Teknologi Informasi dan Komunikasi: Konsep dan Perkembangannya. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Media Pembelajaran.

[2] Sari, Kusuma Dewi Arum dan Wahyu Agus Winarno. (2012). Implementasi EGovernment System Dalam Upaya Peningkatan Clean And Good Governance di Indonesia. Diakses pada 2 November 2019.

https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JEAM/article/view/1192/955

[3] Fatah, U. (2009). Definisi dan Manfaat Utama E-Government. Diakses pada 2 November 2019.

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/definisi-dan-manfaat-utamae-government/

[4] Ariani, Diana. (2018). Jurnal Pembelajaran Inovatif. Diakses pada 2 November 2019.

http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jpi

[5] Rumah Belajar. Apa Itu Portal Rumah Belajar?. Diakses pada 3 November 2019.

https://belajar.kemdikbud.go.id/

Published by stephaniangeline

You treat me well, I treat you very nice

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: